Sabtu, 24 Agustus 2013

MUSTIKA IKAN DAN PENUNGGUNYA

Mustika Ikan.
 

 
 
Mustika ikan didapatkan dari dalam perut atau kepala ikan. Biasanya berwarna putih bening atau merah.
Biasanya berisi khodam mustika bersosok perempuan muda cantik berpenampilan seperti putri keraton atau seperti Ibu Ratu Kidul.

Jika didapatkan dengan cara yang benar, yaitu memintanya dengan baik-baik, mustika ini berguna untuk menangkap ikan, untuk mengundang ikan supaya datang berkumpul, ada juga yang bukan hanya bisa untuk membantu menangkap ikan, tetapi bisa juga mendatangkan kekayaan.

Tetapi jika didapat dengan cara yang tidak benar, berupa penarikan gaib dengan pemaksaan (penarikan gaib menggunakan khodam), mustika ini tidak akan memberikan tuah apa-apa, malah akan membawa celaka kalau dibawa memancing / menangkap ikan. Jika terjadi begitu berarti kondisinya tidak bisa diperbaiki, nantinya akan lebih banyak akibat negatifnya daripada positifnya, lebih baik dikembalikan saja ke sungai, dicelupkan saja biar tenggelam sendiri, jangan dilempar.

MUSTIKA BUAYA DAN PENGARUHNYA

Mustika Buaya.

 
 
Mustika buaya didapatkan dari dalam perut buaya. Biasanya berwarna putih. Kegaibannya untuk jimat kekuatan pukulan (jimat berkelahi) dan untuk jimat bersenggama.

Sosok gaib mustika buaya berwatak jahat dan tidak baik untuk manusia, mendorong manusia menjadi berwatak jahat, sok kuasa, sok kuat, sok sakti dan penuh nafsu bersenggama. Anak-anak yang kemudian dilahirkan pun bisa-bisa adalah keturunan gaib mustika buaya tersebut.

Mustika ini berisi khodam gaib berwatak jelek. Benda mustika ini harus dijauhkan dari minyak jafaron, karena khodamnya akan pergi bila bendanya diolesi atau diasapi bakaran minyak jafaron.

MUSTIKA ULAR

Mustika Ular  dan  Mustika Naga

Mustika ular didapatkan dari dalam perut atau kepala ular. Biasanya berwarna putih atau merah. Bila kita membawa mustika ini, dimanapun kita berada biasanya banyak ular akan mendatangi kita, mengira kita adalah induknya. Menimbang efek buruknya, sebaiknya jangan menyimpan mustika ini. Benda mustika ini harus dijauhkan dari minyak jafaron, karena khodamnya akan pergi bila diolesi atau diasapi bakaran minyak jafaron.

Mustika naga didapatkan dari dalam perut atau kepala mahluk halus berwujud naga. Biasanya berwarna merah. Berguna untuk menambah wibawa kekuasaan dan menjauhkan mahluk-mahluk halus dari sekitar kita.

MUSTIKA TELUR DAN KEGUNAANYA

Mustika Telur.


 
 
Kadang-kadang manusia mendapati sebuah telur ayam / burung / angsa yang tidak menetas seperti telur-telur lainnya. Setelah diperiksa, ternyata itu bukanlah telur biasa. Fisiknya memang mirip dengan telur lainnya, tetapi keras dan berat seperti batu. Itulah Telur Mustika. Berguna untuk kerejekian, penglaris dagangan, dan perkembangan peternakan burung / ayam. Bila anda memilikinya, simpanlah di dalam kantung kain katun putih atau kendil kecil yang diberi sejumput beras di dalamnya di tempat usaha anda. Gantilah beras tersebut sebulan sekali.

Ada juga orang mendapati sebuah batu mustika berwarna bening seperti batu es, menempel di dalam tembolok ayam yang disembelih. Batu itu berguna untuk kerejekian / penglaris dagangan.

Jenis mustika lain yang berfungsi sebagai penglaris dagangan adalah Mustika Beras. Bentuknya kecil seperti kedelai dan berwarna bening (atau berkabut putih di dalamnya). Pemeliharaannya sama dengan mustika telur.


MUSTIKA UNTU BLEDEK

Mustika Untu BledeK.

 
 
Mustika Untu Bledeg atau gigi petir didapatkan setelah terjadinya petir yang menyambar sebuah pohon. Biasanya menancap di pohon tersebut atau tergeletak di sekitarnya. Bentuknya seperti gigi taring dengan salah satu bagiannya meruncing. Berguna untuk penyembuhan berbagai macam penyakit.
(Baca juga : Jin Udara).


Ada juga yang berbentuk gulungan rumput kering (suket). Biasanya didapati di sekitar orang yang tersambar petir di sawah. Gunanya untuk diusapkan ke seluruh tubuh orang yang tersambar petir dan biasanya orang tersebut akan selamat dan berangsur-angsur sehat kembali.

JENGLOT TERMAKSUD FOSIL MUSTIKA

Batara Karang dan Jenglot.


Batara Karang dan Jenglot adalah jasad manusia yang dahulu semasa hidupnya memiliki ilmu kebal, yang setelah kematiannya jasadnya itu tidak mengalami pembusukan seperti jasad manusia pada umumnya. Rohnya sendiri terkunci di dalamnya tidak dapat keluar dari jasadnya. Dengan kondisi seperti itu, jasad itu memiliki energi kehidupan di dalamnya dan tidak membusuk, mirip seperti mumi.  Setelah beratus-ratus tahun kemudian jasad tersebut menyusut, mengecil, tetapi karena adanya energi kehidupan di dalamnya, ada bagian-bagian tubuh jasad tersebut yang tetap tumbuh, seperti bagian kuku dan rambut.

Batara Karang dan Jenglot menyukai darah manusia untuk menyegarkan energi kehidupan fisiknya, dan yang sudah sering diberi minum darah maka gigi taring
nya akan tumbuh memanjang seperti drakula.

Umumnya Batara Karang dan Jenglot yang dikenal manusia panjangnya sekitar sejengkal tangan orang dewasa. Tetapi Penulis pernah mendapati (di alam gaib) Batara Karang seperti bayi yang panjangnya 3/4 meter, mungkin umurnya belum terlalu tua.

Di dalam tubuh Batara Karang dan Jenglot ada roh manusia yang terkunci di dalamnya, sehingga roh tersebut berwatak seperti orang stress / depresi dan karenanya dapat berkecenderungan jahat. Dan kebutuhannya akan darah membuatnya akan melakukan apa saja asalkan darah itu diberikan.

Sekalipun rohnya terkunci di dalam jasadnya, tetapi roh tersebut dapat memancarkan kekuatan energi gaibnya keluar tubuhnya, sehingga o
rang yang membawanya bisa kebal senjata tajam / pukulan dan memiliki kekuatan tubuh dan pukulan seperti orang sakti. Bahkan dengan pancaran energinya
Batara Karang dan Jenglot dapat membunuh manusia. Pancaran energinya bisa menghipnotis, menyebabkan manusia terpaku kehilangan kesadaran atau mengamuk seperti orang kesurupan. Pancaran energinya juga bisa memanipulasi pikiran manusia, membuat manusia merasa bisa melihat / berkomunikasi dengan roh / khodam Batara Karang / Jenglot di luar tubuhnya seperti halnya roh lain, padahal itu hanya halusinasi.
Batara Karang dan Jenglot sulit dibedakan secara fisik, karena terutama yang membedakannya adalah perwatakan dari roh yang ada di dalamnya.

Batara Karang berwatak tidak berkecenderungan jahat, tetapi bukan juga berarti berwatak baik.
Bila tidak diberi darah manusia, dia juga mau diberi darah ayam (yang masih segar).
Batara Karang tidak menuntut untuk selalu diberi minum darah. Tetapi bila diperintah untuk melakukan suatu perbuatan gaib, maka dia akan menuntut diberikan darah sebagai upahnya.

Jenglot ber
watak jahat. Walaupun tidak diperintah untuk melakukan suatu perbuatan, Jenglot menuntut untuk selalu diberi minum darah. Apalagi bila diperintahkan untuk melakukan suatu perbuatan tertentu, maka pemberian darah itu wajib untuk diberikan kepadanya. Jenglot hanya mau diberi darah manusia. Jika darah manusia tidak diberikan, dia dapat menghisap aura / energi darah manusia pembawanya atau manusia lain dengan sorot matanya dan membunuhnya. Itulah sebabnya si pemilik jenglot akan selalu menutup mata Jenglotnya dengan kain yang tidak tembus pandang.

Kebanyakan Batara Karang memiliki kekuatan gaib setingkat dengan mustika wesi kuning, atau lebih sedikit, tetapi Jenglot dapat memiliki kekuatan gaib sampai 3 kali kekuatan gaib mustika wesi kuning.
Batara Karang dan Jenglot sebenarnya tidak tergolong sebagai mustika. Tulisan ini ditujukan hanya untuk menambah pengetahuan saja, karena banyak cerita di masyarakat tentang keberadaan Batara Karang dan Jenglot yang dipelihara oleh seseorang dan dimuliakan. Walaupun tidak selalu, tetapi seringkali kepemilikan Batara Karang dan Jenglot dimanfaatkan untuk tujuan perbuatan gaib yang tidak baik menurut norma umum di masyarakat, misalnya untuk teluh dan santet, guna-guna, secara gaib mengambil uang milik orang lain, mendatangkan uang gaib, dsb.

Menimbang efek buruknya, dan menimbang asal-usul Batara Karang dan Jenglot yang adalah jasad manusia, sebaiknya manusia tidak memeliharanya. Sebaiknya dimakamkan saja dengan baik dan pantas seperti layaknya jasad orang yang sudah meninggal

CERITA BATU MUSTIKA DAN BATU FOSIL

Batu-batu Mustika Lain dan Batu Fosil Mustika.

Batu fosil tercipta secara alami dari proses alam. Batu fosil adalah fosil dari mahluk hidup atau bagian-bagian tubuhnya, yang telah membatu. Contohnya adalah fosil kayu, fosil binatang, fosil buah-buahan, dsb. Sebagian daripadanya merupakan batu bertuah dan tergolong sebagai mustika.

Fosil kayu biasanya dijadikan batu cincin atau kalung atau dijadikan suiseki bila bentuknya besar.

Fosil kayu kelor mempunyai kegaiban yang sama dengan daun kelor, memancarkan suatu aura energi yang dalam jarak 2 meter akan dirasakan panas oleh mahluk halus, terutama terhadap jenis-jenis mahluk halus tingkat rendah (bangsa dedemit dan mahluk halus lain yang kesaktiannya rendah). Jenis gaib dari sukma manusia tidak terpengaruh oleh fosil kelor ini.

Kegaiban fosil kayu kelor bersifat alami. Batu fosil ini memancarkan energi yang dalam jarak 2 meter akan menolak mahluk halus jenis kuntilanak, gondoruwo atau dedemit lainnya dan bangsa jin kelas rendah, tetapi diperlukan ketelitian dalam memilihnya, jangan sampai membeli batu fosil biasa yang hanya mirip dengan fosil kayu kelor.
D
i pasar batu akik Rawa Bening, Jakarta, biasanya ada dijual murah hanya dengan harga Rp. 20.000,- tidak sampai 100.000 rupiah.

Cara membedakannya adalah biasanya kalau dipegang akan terasa ada setruman halus di tangan kita atau pada jarak beberapa centimeter dari bendanya akan ada terasa hawa hangat / panas.

Batu fosil kayu kelor cukup baik digunakan sebagai penjagaan gaib di rumah dan untuk melindungi anak-anak dari jenis gaib tingkat rendah yang biasa mengganggu anak-anak, juga cocok untuk digunakan memijat / urut, supaya jika si pasien sakit karena ketempelan atau kesambet mahluk halus tingkat rendah, dengan batu fosil kayu kelor itu sosok gaib tersebut akan terusir pergi.

Batu fosil kayu kelor biasanya tidak berisi sesosok gaib di dalamnya (tidak berkhodam), tetapi jika ada batu fosil kayu kelor yang berpenghuni sesosok mahluk halus di dalamnya, mahluk halus itu akan menambah kuat kegaiban fosil kayu kelor itu.


Fosil binatang dapat berupa bagian-bagian tertentu dari tubuh binatang atau dapat juga keseluruhan tubuh binatang yang telah membatu, seperti fosil ikan atau mustika keong buntet dan kul buntet.

Fosil buah-buahan biasanya memberikan tuah yang sangat baik untuk kerejekian penglaris dagangan.
Fosil buah-buahan ini berbentuk seperti buah aslinya, tetapi yang tuahnya paling baik biasanya adalah yang bentuknya pecah-pecah seperti buah yang merekah karena sudah terlalu matang dan sudah mulai membusuk. Fosil buah-buahan yang bentuknya pecah-pecah seringkali tidak tampak seperti fosil buah-buahan, tetapi dari sisi kegaibannya bisa diketahui sifatnya yang sama dengan fosil buah.
Fosil buah-buahan seperti jahe, biasanya berguna untuk pengobatan.

Yang membedakan batu fosil biasa dengan batu fosil yang merupakan sebuah mustika adalah unsur kegaibannya. Bila batu fosil itu tidak memiliki kegaiban tertentu, maka itu hanyalah batu fosil biasa saja, bukan sebuah mustika. Dan sekalipun sebuah batu fosil berisi sesosok gaib yang berdiam di dalamnya, bila tidak memberikan tuah tertentu seperti layaknya sebuah mustika, maka batu itu tidak tergolong sebagai batu mustika, tetapi hanya batu fosil biasa yang di dalamnya ada berpenghuni gaib.

Ada juga jenis-jenis batu lain yang tidak termasuk fosil, tetapi memiliki kegaiban dan fisiknya terbentuk oleh alam, sehingga digolongkan sebagai jenis mustika. Contohnya :
- Batu Tahi Ayam, bentuknya mirip seperti tahi ayam, bagian bawahnya datar dan melingkar mengerucut
  ke atas. Biasanya berwarna putih. Berguna untuk pengobatan. Tetapi tidak semuanya jenis batu ini
  bertuah, karena ada yang batunya masih sangat muda, sehingga tidak dihuni sesosok gaib di dalamnya
  dan juga tidak bertuah.
- Batu Kodok, bentuknya kecil mirip hewan kodok. Tuahnya untuk pengobatan dan penawar racun.