Jumat, 26 Juli 2013

CONTOH INDUKSI PADA BERLIAN

 inklusi pada berlian.


Round diamond dengan pembesaran 30x - pada berlian ini tampak adanya inklusi berbentuk fissur di bawah mahkota -. Daerah yang dilingkari menandakan lokasi fissur. Inklusi ini hanya dapat terlihat pada pe mbesaran 10x dan hampir tidak terlihat oleh mata biasa.





Crystal (kristal) - adalah mineral yang terdapat di dalam batu berlian. Kristal yang sepenuhnya berada di dalam berl ian disebut kristal terinklusi. Kristal bisa terdapat dalam beragai ukuran, berwarna ataupun tidak, soliter ataupun banyak. Orang sering menyebutnya 'bubbles', namun sebenarnya ini adalah istilah yang kurang tepat. Kristal berwarna gelap sering kali disebut titik karbon, padahal itu juga terminologi yang kurang tepat. Pencahayaan dapat mempengaruhi tampilan kristal. Dibawah cahaya berlebih, kristal terinklusi dan berbagai mineral lain yang hampir tak berwarna dapat terlihat hitam/gelap.



Laser Drill-Hole - merupakan sebuah lubang atau saluran kecil yang sengaja dibuat dengan sinar laser sebagai jalan penghantaran sejenis asam ke bagian dalam berlian dengan tujuan untuk menghilangkan atau memutihkan inklusi di dalam berlian agar tidak terlalu terlihat nyata. Saluran ini bermula d ari permukaan luar hingga bagian dalam berlian dimana terdapat inklusi. Hal ini merupakan suatu perlakuan sinar laser pada batu mulia tersebut untuk menyamarkan inklusi agar berlian dapat terlihat bebas cacat secara mata biasa.



Feather - Feather adalah istilah umum untuk setiap cacat pada berlian. Pada gambar diatas anda dapat menemukan feather yang disebut Bearded Girdle - Bearded girdle tersusun atas banyak feather dari pe rmukaan tepi hingga bagian dalam batu. Bila ringan akan terlihat seperti feather tipis pada perimeter batu. Bila berat, akan berwarna sedikit kelabu di sekeliling berlian.


3. Cut
Tehnik ketiga yang saat ini kita pelajari adalah cut atau bentuk potongan/model berlian. google_ad_client = "pub-3345696349480703"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 15; google_ad_format = "468x15_0ads_al"; google_ad_channel =""; google_color_border = "FFFFFF"; google_color_bg = "FFFFFF"; google_color_link = "0033FF"; google_color_url = "FFFFFF"; google_color_text = "000000"; //Model berlian yang paling terkenal adalah bentuk round brilliant, round Swiss, round Old European dan round 144 facet.
Model 58-facet round brilliant adalah bentuk berlian yang paling populer, karena berlian jenis ini terlihat cemerlang dan berkilau akibat intensitas warna dan cahaya terang yang cukup. Potongan seperti ini bisa didapatkan dengan tehnik potong berdasarkan hitungan matematika yang akurat dan sempurna, sehingga ketika cahaya masuk ke dalam batu berlian, cahaya tersebut kembali direfleksikan/dicerminkan ke luar melalui puncak berlian. Proses inilah yang menyebabkan berlian terlihat indah dan berkilau.
Potongan berlian tidak hanya menunjuk kepada bentuk dan jumlah seginya, namun lebih mengarah kepada kualitas potongan tersebut. Berlian dengan segi pemotongan yang kurang baik tidak akan diberi nilai/kelas yang sama sebagai potongan yang ideal. Informasi detail tentang cut bisa ditemukan di sertifikat pada berlian yang bersertifikat (certified diamond).
Walaupun banyak berlian yang memiliki model round brilliants, namun bentuknya bisa berbeda satu dengan lainnya.
Berlian dengan proporsi potongan yang baik, akan memberikan warna cemerlang serta cahaya maksimum. Berlian yang dipotong terlalu pendek (shallow) dan dalam (deep) justru akan kehilangan cahaya dan tidak akan merefleksikan cahaya kembali ke bagian atas berlian. Inilah yang menyebabkan berlian terlihat kusam dan tidak cemerlang. Potongan berlian yang baik adalah yang mampu memantulkan cahaya kembali keluar, sehingga mampu menunjukkan keindahan berlian yang sesungguhnya.


4. Carat

Point ke 4 yang tidak kalah penting dengan cut, clarity dan colour yaitu carat atau ‘karat’. Batu berlian dijual berdasarkan berat yang diukur dalam satuan ‘karat’. Karena berlian adalah batu yang sangat berharga, pengukuran ini dilakukan dengan teliti, tepat dan akurat. Satu karat setara dengan 0.2 gram / 200 mg atau 1/5 gram, yang terbagi menjadi 100 poin. Jadi sebuah berlian 0.50 karat disebut juga sebagai berlian 0.50-pointer.
Harga akan meningkat seiring besarnya ukuran dari batu berlian yang dimiliki. Karena berlian berukuran besar sangat jarang ditemukan, harga per karatnya pun menjadi lebih tinggi dibanding dengan batu berharga lainnya. Sebagai contoh, satu berlian bernilai 2 karat akan jauh lebih berharga dibanding dua berlian bernilai 1 karat.

Pada perhiasan dengan lebih dari satu berlian, istilah ‘karat’ dideskripsikan sebagai total berat karat (TW). TW ini adalah gabungan berat dari semua batu di dalam perhiasan tersebut.

Karena berlian model round brilliant sudah mengikuti standar yang tepat, kita dapat membuat estimasi/perkiraan nilai karat berlian dari diameter batu tersebut. Tabel di bawah, menggambarkan perbandingan ukuran batu yang bervariasi dan taksiran nilai karatnya. Metode ini tidak dapat dilakukan terhadap model potongan berlian lain yang lebih tebal atau tipis atau juga terhadap batu warna yang memiliki kepadatan yang berbeda dengan berlian.
Penting untuk Anda, bahwa mengetahui kualitas berlian hanya berdasarkan karat adalah tidak berarti, karena potongan (cut), kejelasan (clarity) dan warna (colour) berlian patut dipertimbangkan untuk dapat memilih berlian yang berkualitas. Selamat meneliti berlian Anda.

TIP MEMILIH BERLIAN

 Berlian


Ada beberapa tips dalam memilih berlian yang berkualitas. Jangan sampai tertipu dengan trik-trik yang membuat berlian terlihat bebas cacat. Karena sebenarnya cacat dapat disembunyikan melalui proses pelapisan, perlakuan dengan sinar laser, atau bahkan "disumpal" dengan kaca. Berikut adalah tips utama dalam memilih berlian.

Tips Memilih Berlian Berdasarkan Teknik 4C


  1. Color
  2. Clarity
  3. Cut
  4. Carat
1. Color
Secara kasat mata, batu berlian terlihat tidak memiliki warna. Tetapi, jika kita mencermati secara seksama, terdapat berlian yang memiliki sedikit warna kuning atau coklat. Semakin tinggi batu berlian tersebut tidak memiliki warna, maka semakin tinggi pula harganya. Berdasarkan skala GIA, berlian memiliki berbagai tingkatan warna. Tingkatan ini berkisar antara D (tanpa warna) sampai ke Z (memiliki tingkatan warna tinggi/bewarna-warni). Uniknya, hanya orang yang memiliki keahlian profesional yang dapat mendeteksi warna dalam tingkatan E dan F. Dan warna berlian dalam tingkatan J hampir tak terlihat jika dipasang pada sebuah cincin atau perhiasan lainnya.

Warna (Color) adalah satu dari 4C. Ketika warna berlian tidak terlihat, seperti pada tingkat K atau diatasnya, batu tersebut tetap terlihat indah apalagi jika memiliki clarity (kejelasan) dan cut yang baik. Batu berlian yang disetting dalam sebuah perhiasan dapat membawa perubahan pada warnanya. Jangan memasang berlian murni (tanpa warna) pada perhiasan berwarna emas kuning, warna kuning akan merefleksikan berlian, sehingga mengakibatkan warna berlian menjadi tidak terang. Namun sebaliknya, berlian yang sedikit berwarna kuning akan terlihat sangat indah, karena berlian akan terlihat lebih putih jika pada permukaan emas kuning.

Selain putih, berlian ternyata memiliki warna lain seperti: merah, biru, hijau dan kuning terang atau canary. Semua batu tersebut berada pada tingkatan Z dan disebut dengan nama berlian “fancy”.

Berlian murni dengan warna cemerlang sangat jarang ditemukan dan dapat dijual lebih mahal perkaratnya dibandingkan dengan berlian putih biasa.



2. Clarity4C yang berikutnya kita pelajari adalah Clarity atau Kejelasan berlian. Clarity ditentukan oleh jumlah, jenis, warna, ukuran, penempatan dan jenis inklusi. Inklusi merupakan proses pembentukan yang terjadi secara alamiah pada suatu mineral di dasar bumi atau lebih dikenal dengan istilah “sidik jari alamiah”.

Proses inklusi menyebabkan sebagian besar mineral atau sumber daya alam di bumi ini mengalami ketidaksempurnaan. Hal ini juga terjadi pada batu berharga. Inklusi terjadi dalam berbagai bentuk, seperti titik kecil putih dan titik gelap, dimana hal tersebut tidak dapat dilihat manusia dengan mata biasa. Semakin sedikit inklusi yang terjadi, semakin berharga pula nilai batu tersebut.

Berlian yang digunakan di dalam barang perhiasan senantiasa berkualitas tinggi. Berlian bersertifikat, struktur kejelasannya (clarity) tercatat pada sertifikat dan berfungsi sebagai keterangan untuk mengidentifikasi batu tersebut.

JENIS - JENIS BATU MULIA

Batu Intan / Berlian / Diamond

Intan (dalam bahasa Yunani artinya “tak tertaklukkan”) adalah batu mulia satu-satunya yang terbuat dari satu elemen yaitu koolstof atau zat arang yang tulen yang juga terdapat pada tumbuh-tumbuhan, makhluk hidup serta berbagai macam batuan yang dibentuk oleh alam dalam kondisi temperatur dan tekanan bumi yang sangat tinggi selama miliaran tahun hingga muncul berlian yang kita kenal saat ini. Mula-mula nama julukan intan asal Yunani tersebut ditujukan untuk baja yang dianggap sebagai barang yang paling keras namun setelah menyadari kekerasan intan melebihi baja maka nama itu diambil ahli oleh intan. Nilai keras intan adalah 10 dalam daftar keras Mohs dan berat jenisnya 3,5 sampai 3,52. Intan tertua terdapat di India, sedangkan penemuan intan pertama di Afrika Selatan pada tahun 1870.
Batu IntanDari semua batu mulia yang ada, intan bukan hanya batu yang paling keras tetapi juga mempunyai cahaya yang paling besar dan saringan cahaya terbesar. Warna-warna intan beraneka ragam seperti kuning, kuning muda, kebiru-biruan, merah, biru kehijau-hijauan, merah jambu, merah muda, kuning kecoklat-coklatan, hitam (dinamakan carbonado), hijau daun (jarang), dan yang paling umum dikenal adalah tak berwarna dan transparan. Intan dapat terbakar dalam tanur listrik pada suhu 2000 derajat selsius dan menjadi carbondioksida.

Saat unsur karbon bergabung dengan unsur nitrogen itulah kristalisasi berlian berlangsung, terbentuklah berlian berwarna semu kuning. Jika makin banyak unsur nitrogen maka warna berlian akan semakin kuning, semakin sedikit unsur nitrogen maka semakin sedikit kekuningannya. Pada berlian yang sangat putih maka tidak ditemukan unsur nitrogen sama sekali. Berlian Hope yang berwarna biru dikarenakan adanya unsur boron di dalamnya, berlian berwarna hijau dikarenakan radiasi alamiah pada saat proses kristalisasi terjadi di dalam perut bumi dan berlian berwarna pink, merah dan cokelat disebabkan dari struktur-struktur atomnya yang rusak atau mengalami deformasi.

Kilau intan dinamakan ‘cahaya’ (fire), sedangkan beningnya dinamai air. Sebutir intan yang beningnya sempurna dinamakan intan dari ‘air pertama’ sedangkan yang kelihatan sangat keruh dinamakan ‘air ketiga’. Sesungguhnya tidak semua intan atau berlian mahal, hanya sedikitlah dari mereka yang mahal. Dari hasil tambang dari seluruh dunia, 80 persen dari sekitar 150 juta karat atau 30 ton berlian merupakan berlian berkualitas buruk dan siap dihancurkan untuk bubuk keperluan industri seperti buat bahan gergaji, pisau bedah, alat bor, benda-benda elektronik sampai komponen pesawat terbang, roket luar angkasa dan banyak lainnya. Sisa 20 persen lainnya bisa untuk diasah dan dijadikan sebagai alat perhiasan dan hanya 1-2 persen saja yang benar-benar berkualitas bagus dan berharga mahal. Dunia industri menggunakan berlian sebagai penahan radiasi, penyerap panas dan melindungi dari kerusakan yang diakibatkan oleh bahan kimiawi.

KEGUNAAN DAN MAMFAATNYA BERLIAN

Kegunaan atau manfaat

Sebagian orang-orang menganggap bahwa batu intan membawa sial, bencana dan keterpurukkan karena banyak peristiwa-peristiwa yang terjadi memiliki intan yang hebat atau bagus pada akhirnya membawa si pemiliknya ke keterpurukkan bahkan kematian seperti kisah terkenal dari intan-intan paling terkenal di dunia seperti The Hope atau Koh i noor. Kisah Kaisar Napoleon Bonaparte yang membawa intan ke medan perang sebagai tumbal dan akhirnya kalah dan dibuang ke pulau St.Helena serta meninggal disana setelah mengalami pembuangan selama tujuh tahun (5 Mei 1821).
Namun sebagian orang yang fanatik juga menganggap intan mempunyai pengaruh yang positive dan sifat-sifat mistik seperti membawa hoki ke si pemilik dan mengusir hawa-hawa negative dan ilmu jahat. Namun dibalik kepercayaan-kepercayaan yang berlawanan pada umumnya batu intan dijadikan Batu Permatasebagai simbol asmara yang kekal dan abadi terhadap pasangan.

Dalam sisi astrology, zodiac dan hadiah pernikahan
Dalam dunia astrology atau perbintangan batu intan adalah batu untuk orang yang lahir di bulan April (sama halnya denganbunga daisy) dan batu intan dihubungkan dengan zodiac aries.

SEJARAH BERLIAN / DIAMOND

 DIAMOND

Sejarah Berlian
Diketahui dari sebuah penemuan, berlian berasal dari bagian terdalam gunung berapi yang juga mengandung atom dan karbon. Yang memang pada kenyataannya berlian merupakan kristal transparan yang mengikat empat bagian karbon atom. Batu berlian terbawa kepermukaan bumi melalui letusan volkanik. Menurut penelitian, naiknya berlian kepermukaan bumi dikarenakan batu yang mencair. Berlian dikembangkan dari bermil-mil bagian dalam permukaan bumi, pada kerendahan 150 km (90 mil), pada tekanan kira-kira 5 giga pascal dengan temperatur sekitarnya 1200 derajat celcius (2200 derajat Fahrenheit). Berlian bisa menjadi bentuk alami lain sesuai tingginya tekanan, secara relatif pada saat temperatur rendah. Namun sangat disayangkan berlian tidak bisa terbentuk dari bawah laut.
Sejak zaman purbakala bahkan pada saat penamaan berlian itu sendiri, berlian terkenal sebagai material yang paling keras ke tiga setelah ‘Aggregated diamond nanorods’ dan ‘Ultrahard Fullerite’.
Menurut sejarahnya, nama berlian itu sendiri diambil dari bahasa Yunani kuno yang artinya “Tak Terkalahkan”.
Berlian muncul kepermukaan bumi sudah sangat lama, berkisar dari 1-3,3 milyar tahun yang lalu. Berlian pertama kali dikenali dan ditambang di India. Dahulu, ada referensi yang ditemukan pada sebuah text penganut Budha, salah satu text Sansekerta ( Anguttara Nikaya ) yang kemudian disempunakan sekitar 296 BCE yang lalu. Text tersebut menceritakan juga mengenai ciri utama berlian yang kilaunya memancar. Pada saat itu berlian berasosiasi dengan membawa nama keTuhanan (Dewa), sebagai lambang dekorasi religius. Berlian dipercaya dapat membawa keberuntungan bagi siapapun yang memilikinya. Di India, pemiliknya dibatasi dengan kasta berdasarkan warna. Hanya Raja saja yang diizinkan memiliki semua warna berlian.
Seiring perkembangan zaman akhirnya berlian dapat diperdagangkan di daerah Timur dan Barat India dan dapat digunakan di berbagai kebudayaan untuk gemologi atau industri.
Di Eropa, berlian menghilang selama hampir 1000 tahun mengikuti berkembangnya umat kristiani. Mereka menolak keberadaan berlian yang pada awalnya dipercaya dapat digunakan sebagai Azimat. Hal ini sangat ditentang oleh umat kristiani. Karena menurut kepercayaan mereka, hanya Tuhan saja yang boleh dipercaya.
Namun, popularitas berlian kembali naik yang banyak digunakan sebagai batu permata. Hal ini disebabkan meningkatnya ketersediaan berlian itu sendiri seiring berkembangnya sejarah Eropa tersebut.
Di Perancis, pada abad ke-13 Raja Llouis IX menetapkan hukum yang menyatakan bahwa hanya Raja saja yang boleh memiliki berlian
Di bulan Febuari 2005, Tim Amerika (US) dan Cina memberikan laporan Arkeolog mengenai penemuan dari empat kekayaan almunium yang berasal dari kuburan batu yang pada saat itu menjadi adat kebudayaan Cina. Pada 4000 BCE-2500 BCE, para ilmuwan menemukan kampak bercahaya yang dipercaya dapat disemir dengan bubuk berlian sehingga tampak jauh lebih menarik.Di Cina, berlian biasa digunakan untuk pelengkap berlian lain, salah satunya adalah sebagai pengukur atau pelengkap ‘Jade’ (permata hijau lumut).
Setelah berabad-abad, dikalangan Aristokratis, berlian semakin populer sebagai batu permata. Tentunya hanya dikalangan mereka yang ber-uang dan ber-kelas. Biasanya digunakan sebagai cicin pernikahan. Sesuai perkembangan zaman, popularitas berlanjut dan berkembang dengan banyak perubahan bentuk sesuia permohonan estetika berlian. Berlian membuktikan bisa tetap populer dengan berbagai kelas sepanjang harganya masih terjangkau. Berlian menjadi salah satu objek yang sangat penting karena dapat berkembang pada dunia pembelian, penjualan, bahkan masuk dalam catatan kejahatan sampai politik.
Berita terbaru menurut Washington post tanggal 5 Maret 2007, telah ditemukan berlian jenis baru di negara Kanada. Ditemukan oleh seorang ahli batu yang selama bertahun-tahun membiayai pencarian berlian dinegara tetangga. Diakui, berlian ini milik Amerika Utara. Hal ini membuat Kanada mandapat aliran uang yang deras sebagai negara ketiga penemu berlian.

TEHNIK MENGENAL BERLIAN
Teknik untuk mengetahui apakah suatu permata adalah berlian sangatlah mudah bagi seorang ahli berlian. Akan tetapi andapun bisa mengenal berlian dengan cara berikut:

Pemeriksaan fisik dengan mata

1. Melihat suatu benda/bayangan dari “tafel” (bagian atas berlian )
Karena adanya pemantulan sinar yang kuat pada berlian (pengaruh indeks bias), maka berlian akan memiliki kilau yang kuat sehingga tidak mungkin bagi kita untuk melihat, suatu benda dari atas tafelnya.
2. Karena Indeks bias yang besar maka berlian tidak tembus pandang, letakan koran dibawah berlian dan lihat tulisannya dari atas berlian, jika tulisan terlihat / tembus sudah pasti permata tersebut bukanlah berlian asli.
3. Uji miring,
indeks bias berlian sangat besar sehingga memungkinkan dilakukan pemeriksaan dengan cara yang sederhana yaitu dengan cara: pegang berlian dengan cara mendatar, kemudian secara perlahan miringkan sampai sudut tertentu maka berlian akan berkilau, tetapi jika setelah kita miringkan ternyata sinar yang keluar kosong maka itu berarti bukan berlian asli.
4. Berlian merupakan penghantar panas yang tinggi Berlian mempunyai daya hantar panas yang tinggi dari benda benda lainnya, oleh karena itu berlian lebih cepat mengkuti temperatur sekelilingnya, sehingga apabila berlian dipegang maka akan terasa dingin dan kemudian cepat menjadi panas setelah dipegang terus menerus.

Pemeriksaan Dengan Alat
1. Pemeriksaan dengan jarum uji berlian.
Jarum uji berlian terbuat dari besi yang ujungnya merupakan berlian asli. Goreslah permata yang akan diuji dengan jarum uji tersebut berlahan-lahan kemudian lihat apakah permata tersebut tergores? jika tergores berarti permata tersebut bukan berlian.
2. Pemeriksaan dengan diamond tester
sekarang banyak dijual diamond tester, alat ini mudah didapatkan di toko namun demikian hati-hati dengan synthetic Moissanite karena alat ini tidak bisa membedakan antara diamond asli dengan sinthetic moissanite

CARA MENILAI BERLIAN YANG BAIK

Menilai Kualitas Berlian

Menilai Warna

Konsep standar suatu berlian yang tergolong sempurna adalah berlian yang hadir dengan tanpa warna. Pada umumnya, warna berlian rata-rata putih kekuning-kuningan juga mendekati kecoklat-coklatan, namun sebenarnya warna yang ada diberlian memiliki beberapa variasi. Pada kasus berlian hitam atau “black diamond”, sesungguhnya tidak benar-benar berwarna hitam. Namun, berwarna gelap yang berisikan sebuah kumpulan warna. Sehingga membuat penampilan black diamond terlihat hitam nan-elegan.
Dalam berlian ada beberapa penilaian kelompok warna, yang mana ditandai oleh huruf. Dimulai dari huruf D sebagai perwakilan tanpa warna sama sekali atau bening, hingga huruf Z yang mewakili warna kecenderungan kuning sekali. Dalam penilaian warna melalui huruf ini kemudian membentuk kelompok yang sesuai dengan kategori kecenderungannya.
Untuk penilaian huruf D hingga F adalah merupakan kategori tanpa warna. Selanjutnya dimulai dari G hingga J merupakan kategori cenderung berwarna. Sedangkan dari K hingga M adalah perwakilan warna kuning pucatdan N hingga R, adalah merupakan kategori spektrum sangat kuning. Kemudian yang terakhir S sampai Z merupakan perwakilan kategori sempurna kuning.
Untuk kualitas yang dihadirkan melalui berlian yang berwarna paling tidak haruslah bersertifikat GIA. Maksud dari sertifikat GIA adalah sebuah standarisasi berlian berwarna yang dikeluarkan oleh Gemological Institute of America. Sebuah institute yang menguasai dan mempelajari sebuah ilmu bernama Gemologi, ilmu yang dimana berlian merupakan sebuah salah satu obyeknya.
Lembaga ini telah berdiri semenjak tahun 1931, suatu umur yang cukup bisa diandalkan dalam menentukan suatu standart benda. GIA bukan hanya mencetus standarisasi dari warna tetapi ketiga standarisasi lainnya. Dimana GIA lah yang menelurkan stadarisasi 4Cs yang telah tersebutkan sebelumnya.
Sebenarnya stadarisasi warna terbaik dari suatu berlian adalah berlian yang tanpa warna atau cenderung bening. Namun bukan berarti warna bening menjadi banyak beredar dipasaran, melainkan berlian dengan kualitas seperti ini adalah suatu yang langka. Sebenarnya warna berlian yang ada dipasaran ada berbagai macam, dan tersedia hampir dikesemua warna.
Seperti berlian Hope yang berwarna biru. Kemudian beberapa berlian lainnya dengan warna kuning muda, merah jambu, dan hijau. Dimana untuk pengkategorian warna agar tidak menimbulkan suatu kebimbangan, warna yang terang dan jelas dikatakan sebagai “fancies”.
Berlian yang termasuk “fancy colored” atau warna terang adalah berlian langka. Namun bila telah dimasuki suatu pewarnaan sintetik atau pewarna buatan, berlian itu hanyalah akan menjadi tidak berharga. Maka adalah untuk lebih baiknya pemilihan suatu berlian
Kejernihan merupakan salah satu hal pokok dalam penentuan harga nominal yang akan disematkan pada sebuah berlian. Berlian akan mahal bila mempunyai pembiasan yang cukup menawan. Lagipula berlian yang seperti ini akan jarang kita temui, dan tentunya sejalan dengan prinsip sesuatu yang unik akan cukup bernilai lebih.
Kejernihan
Kejernihan bila kita tinjau dari katanya itu sendiri, kita akan menemui kata dasar “jernih”. Jernih berarti kemampuan sinar dalam menerawang tembus lalu keluar dari suatu benda. Dimana yang berarti semakin mampu berlian dalam membiaskan sinar secara terstruktural, maka semakin sempurna nilai kejernihan dari berlian itu sendiri. Sedangkan bila ditelaah dari sisi pengertiannya, maksud dari “kejernihan berlian (diamond clarity)” dapat disimpulkan sebagai ukuran struktural akan kemurnian sebuah berlian. Dimana kadang kata jernih dapat disandingkan sepadan dengan sebuah kata kemurnian. Jadi setelah kita membahas pengertiannya, maka sekarang kita akan memasuki bagian bagaimana caranya untuk mengetahui suatu nilai kejernihan.
Suatu kejernihan dari berlian dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor – faktor inilah yang akan ditelaah seperti Nomor, Ukuran, Warna, lokasi yang relatif, orientasi, dan pengamatan yang jeli pada bagian-bagian dalam berlian. Kesemua ini hanya dapat dilihat oleh ahlinya dari sudut pandang 10 kali pembesaran. Melalui sebuah ilmu yang dikatakan sebagai ilmu gemologist.
Sedangkan untuk sebagian besar orang hanya dapat menilai berlian berdasarkan penglihatan sempurna atau tidaknya penampilan berlian tersebut. Untuk yang sebenarnya, sebuah penghitungan secara struktural dapat diketahui dengan suatu pertimbangan. Pertimbangan yang akan dijadikan acuan untuk menilai berlian adalah warna awan mendung yang besar sehingga membuat berlian tampak memancarkan cahaya secara menyebar.
Untuk lebih jelas mengenai sebuah pengukuran dari kejernihan, kami akan coba tampilkan sebuah tabel yang bisa menjadi acuan. Berikut adalah tabel tingkatan pengertian akan sebuah perbandingan dari suatu kejernihan, dari kategori F untuk yang paling jernih, sampai I3 yang paling tidak jernih:

5 MITOS TENTANG BATU MULIA

  Batu Mulia

 

 
 

Batu mulia seperti permata, rubi, atau opal memang bisa membuat penampilan pemakainya memukau. Beberapa di antaranya bahkan diyakini membawa keberuntungan bagi pemakainya. Tapi, ada juga yang disebut membawa sial.
Banyak sekali mitos yang beredar tentang batu mulia. Untuk itu ketahui fakta di balik mitos seputar batu mulia.

1. Mitos : Berlian adalah batu mulia termahal

Fakta : Para ahli batu mulia masih memperdebatkannya. Beberapa di antaranya percaya bahwa zamrud adalah batu mulia yang paling mahal. Sedangkan ada juga yang menganggap batu alexandrite yang paling mahal. Faktanya, berlian biru 6,04 karat yang pernah dilelang di Sotheby, Hong Kong, harganya mencapai US$ 7,98 juta, atau setara dengan Rp 73,9 miliar. Berlian tersebut merupakan berlian termahal di kelasnya.

2. Mitos : Opal membawa kesialan

Fakta : Pada awal ditemukan, ribuan tahun lalu batu opal dianggap membawa keberuntungan. Bangsa Romawi menjadikan batu opal sebagai kombinasi dari berbagai keindahan batu berharga. Sepanjang sejarah Romawi, kaisar memberikan istri mereka batu opal untuk keberuntungan. Seiring dengan waktu, opal terutama opal hitam dijadikan jimat terkait dengan sihir, pemicu wabah, bencana dan kemalangan. Tetapi, zaman modern tidak lagi menganggap takhayul semmacam itu. Opal hitam dianggap batu langka dan mahal.

3. Mitos : Berlian tidak dapat dihancurkan

Fakta : Hanya berlian yang bisa menggores atau merusak berlian. Tetapi tetap saja berlian bisa rusak jika tidak disimpan dengan tepat.

4. Mitos : Mutiara larut dalam cuka

Fakta : Menurut legenda, Cleopatra melarutkan beberapa mutiara yang sangat berharga dalam cuka dan meminumnya untuk membuktikan kepada Marc Anthony bahwa ia minum minuman termahal sepanjang masa. Menurut ilmu pengetahuan modern, kalsium karbonat dalam mutiara dapat larut dalam cuka, tapi seberapa cepat tergantung pada seberapa besar adalah mutiara.

5. Mitos : Berlian dihargai berdasarkan warna

Fakta : Meskipun berlian warna biru memiliki harga yang lebih mahal, tetapi warna bukan menjadi penentu utama harga berlian. Hal yang juga menjadi pertimbangan harga berlian adalah potongan, clarity dan berat karat.